PENURUNAN
TEKANAN UAP JENUH
Pada
setiap suhu, zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. Tekanan
ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan
suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya.
Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau
fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapanberkurang.
Menurut
RAOULT:
p
= po . XB
dimana:
p
= tekanan uap jenuh larutan
po = tekanan uap jenuh pelarut murni
XB = fraksi mol pelarut
Karena
XA + XB
= 1, maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi:
P = Po (1 - XA)
P = Po - Po . XA
Po - P = Po . XA
sehingga:
DP = po . XA
dimana:
DP = penunman tekanan uap jenuh pelarut
po = tekanan uap pelarut murni
XA = fraksi mol zat terlarut
Contoh:
Hitunglah
penurunan tekanan uap jenuh air, bila 45 gram glukosa (Mr = 180)
dilarutkan dalam 90 gram air !
Diketahui tekanan uap jenuh air murni pada 20oC adalah
18 mmHg.
Jawab:
mol
glukosa = 45/180 = 0.25 mol
mol air = 90/18 = 5 mol
fraksi
mol glukosa = 0.25/(0.25 + 5) = 0.048
Penurunan
tekanan uap jenuh air:
DP = Po. XA =
18 x 0.048 = 0.864 mmHg
KENAIKAN
TITIK DIDIH
Adanya
penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan
lebih tinggi dari titik didih pelarut murni.
Untuk
larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan:
DTb
= m . Kb
dimana:
DTb
= kenaikan titik didih (oC)
m = molalitas larutan
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
Karena
: m = (W/Mr) . (1000/p) ; (W menyatakan massa zat terlarut)
Maka
kenaikan titik didih larutan dapat dinyatakan sebagai:
DTb
= (W/Mr) . (1000/p) . Kb
Apabila
pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik didih larutan
dinyatakan sebagai:
Tb
= (100 + DTb)oC