Pada
habitat darat dikenal istilah Bioma yaitu daerah habitat yang
meliputi skala yang luas. Berikut ini hanya akan dibahas beberapa
bioma utama yaitu:
1. Bioma gurun dan setengah gurun
2. Bioma padang rumput
3. Bioma hutan tropis
4. Bioma hutan gugur
5. Bioma hutan taiga
6. Bioma tundra
7. Bioma sabana
8. Bioma hutan bakau (mangroul) dan
9. Bioma hutan lumut
10. Bioma Hutan Musim

Gbr.
Perubahan Bioma Menurut Ketinggian Garis dan Lintang
1.
Bioma Gurun dan Setengah Gurun
Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara,
Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.
Ciri-ciri:
- Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun
- Kecepatan
penguapan air lebih cepat dari presipitasi
- Kelembaban
udara sangat rendah
- Perbedaan
suhu siang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai
45 C, malam dapat turun sampai 0 C)
- Tanah
sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air
Lingkungan
biotik:
-
Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat
beradaptasi
dengan daerah kering (tumbuhan serofit).
-
Fauna: hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu
menyimpan
air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil
misalnya
kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada
pagi
hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.
2.
Bioma Padang Rumput
Bioma
padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan
daerah beriklim sedang, seperti Hongaria,
Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.
Ciri-ciri:
- Curah hujan antara 25 - 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang
rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
- Curah
hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
- Turunnya
hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan
drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil
air.
Lingkungan biotik:
-
Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan
porositas
dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula
tumbuhan
lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka
merupakan
vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama
padang
rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan,
puzta
di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di
Argentina.
- Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah
di
Afrika,
domba dan kanguru diAustralia.
Karnivora:
singa, srigala, anjing liar, cheetah.
3.
Bioma Sabana
Bioma
sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan.
Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan
menjadi dua, yaitu sabana murni dan sabana campuran.
-
Sabana murni : bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri
atas
satu jenis tumbuhan saja.
- Sabana campuran : bila pohon-pohon penyusunnya terdiri
dari
campuran
berjenis-jenis pohon.
4. Bioma Hutan Tropis
Bioma
hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis
tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran
sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah
Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika.
Ciri-ciri:
- Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara
200 - 225 cm/tahun.
- Matahari bersinar sepanjang tahun.
- Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif
kecil.
- Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga
tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.
-
Flora: pada biorna hutan tropis terdapat beratus-ratus spesies
tumbuhan.
Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 - 40 m,
dengan
cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu
tudung
atau kanopi.
Tumbuhan
khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah
tumbuhan
yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit
adalah
tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan
tidak
merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang
Burung.
- Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang
hari
hidup
hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif
pada
siang
hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-
hewan
yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam
hari,
misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.
5.
Hutan Musim
Di
daerah tropis, selain hutan tropis terdapat pula hutan musim.
Ciri tumbuhan yang membentuk formasi hutan musim:
Pohon-pohonnya
tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit, artinya
mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada
saat musim kemarau (kering), daunnya meranggas, sebaliknya saat
musim hujan, daunnya lebat. Hutan musim biasa diberi nama sesuai
dengan tumbuhan yang dominan, misalnya: hutan jati, hutan angsana.
Di Indonesia, hutan musim dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah
dan Jawa Timur. Fauna yang banyak ditemukan rusa, babi hutan,
harimau.
6.
Hutan Lumut
Hutan
lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang terletak
pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan
lumut karena vegetasi yang dominan adalah tumbuhan lumut. Lumut
yang tumbuh tidak hanya di permakean tanah dan bebatuan, tetapi
mereka pun menutupi batang-batang pohon berkayu. Jadi pada hutan
lumut, yang tumbuh tidak hanya lumut saja, melainkan hutan yang
banyak pepohonannya yang tertutup oleh lumut. Sepanjang hari hampir
selalu hujan karena kelembaban yang tinggi dan suhu rendah menyebabkan
timbulnya embun terus-menerus.
7.
Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)
Ciri
khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin,
daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat,
Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.
Ciri-ciri:
-
Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.
- Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan
musim
semi
- Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan
tropis.
Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang
diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah
hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi
tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar,
karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada
di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu
hewan sebangsa luwak/musang.
Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai
berkurang, subu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan
air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga
musim itu disebut musim gugur.
Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan
fotosentesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur
pada musim dingin). Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair,
tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim
semi.
8.
Bioma Hutan Taiga / Hutan Homogen
Bioma
ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah
kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska,
Kanada.
Ciri-ciri bioma hutan taiga:
- Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup
tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu
sangat rendah.
- Pertumbuhan
tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara
3 sampai 6 bulan.
- Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer,
contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus).
Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya
nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris
seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau
sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat
rendah.
- Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam,
ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis
bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai
dan mammalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada saat musim
dingin.
9.
Bioma Hutan Tundra
Bioma
ini terletak di kawasan lingkungan Kutub Utara sehingga iklimnya
adalah iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon,
vegetasinya didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya
adalah rumput-rumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran
kecil.
Ciri-ciri:
- Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat
panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.
- Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi
mengalami pertumbuhan.
- Fauna khas bioma tundra adalah "Muskoxem" (bison
berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).
10.
Hutan Bakau / Mangrove
Hutan
bakau/mangrove banyak ditemukan di sepanjang pantai yang landai
di daerah tropik dan subtropik. Tumbuhan yang dominan adalah pohon
bakau (Rhizophora sp), sehingga nama lainnya adalah hutan
bakau, selain pohon bakau ditemukan pula pohon Kayu Api (Avicennia)
dan pohon Bogem (Bruguiera).
Ciri-ciri:
- Kadar garam air dan tanahnya tinggi.
- Kadar O2 air dan tanahaya rendah.
- Saat air pasang, lingkungannya banjir, saat air surut lingkungannya
becek dan herlumpur.
Dengan
kondisi kadar garam tinggi, menyebabkan tumbuhan bakau sukar menyerap
air meskipun lingkungan sekitar banyak air, keadaan ini dikenal
dengan nama kekeringan fisiologis. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan
tersebut tumbuhan bakau memiliki dedaunan yang tebal dan kaku,
berlapiskan kutikula sehingga dapat mencegah terjadinya penguapan
yang terlalu besar.
Untuk
menyesuaikan diri dengan kadar O2 rendah,
tumbuhan bakau memiliki akar nafas yang berfungsi menyerap O2
langsung dari udara. Agar individu baru tidak dihanyutkan oleh
arus air akibat adanya pasang naik dan pasang surut terutama pada
bakau kita dapati suatu fenomena yang dikenal dengan nama VIVIPARI
yang artinya adalah berkecambahnya biji selagi biji masih terdapat
dalam buah, belum tanggal dari pohon induknya, dapat membentuk
akar yang kadang-kadang dapat mencapai 1 meter panjangnya.
Jika
biji yang sudah berkecambah tadi lepas dari pohon induknya maka
dengan akar yang panjang tersebut dapat menancap cukup dalam di
dalam lumpur, sehingga tidak akan terganggu dengan arus air yang
terjadi pada gerakan pasang dan surut.
Hutan
bakau di Indonesia terdapat di sepanjang pantai timur Sumatra,
pantai barat dan selatan Kalimantan dan sepanjang pantai Irian,
di Pulau Jawa hutan bakau yang agak luas masih tersisa di sekitar
Segara Anakan dekat Cilacap yang merupakan muara sungai Citanduy.
Jenis-jenis
hewan yang dapat ditemukan dalam lingkungan hutan bakau terutama
adalah ikan dan hewan-hewan melata (buaya, biawak) dan burung-burung
yang bersarang di atas pohon-pohon bakau.