Disebut
juga teori Abiogenesis pelopornya seorang ahli filsafat zaman
Yunani Kuno Aristoteles (384-322 SM) yang berpendapat bahwa makhluk
hidup terjadi begitu saja pendapat ini masih terus bertahan sampai
abad kc 17 -18 Anthony van Leenwenhoek (abad ke 18) berhasil
membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas rendaman
jerami penemuan Leeuwenhoek (salah seorang penganut teori abiogenesis)
memperkuat teori generatio spontanea teori terbukti makhluk hidup
berasal dari benda mati (jasad renik berasal dari air bekas rendaman
jerarni).
Beberapa ahli berusaha mengadakan penelitian untuk menyangkal
teori generatio spontanea antara lain Franscesco Redi, Spallanzani
dan Louis Pasteur.
Percobaan Redi dan Spallanzani masih belum dapat menumbangkan
teori generatio spontanea karena menurut pendapat para pendukung
teori tersebut bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontan
dari benda mati diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan
Spallanzani dan Redi tidak dapat melakukan fungsinya karena stoples
dan labu percobaan tersumbat rapat-rapat.
Pasteur mencoba memperbaiki percobaan Spallanzani dengan menggunakan
tabung kaca berbentuk leher angsa atau huruf S untuk menutup labu
walaupun labu tersumbat udara sebagai "sumber gaya hidup"
dapat masuk ke dalam labu. Dengan percobaan ini Pasteur berhasil
menumbangkan teori generatio spontanea.