Pada
kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah
respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob
terhambat pada sesuatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut
melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi
tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob.
Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam
laktat/asam susu dan fermentasi alkohol.
A. Fermentasi Asam Laktat Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya
adalah asam laktat. Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam
kondisi anaerob.
Reaksinya: C6H12O6
> 2 C2H5OCOOH
+ Energi enzim
Prosesnya :
1. Glukosa > asam piruvat
(proses Glikolisis). enzim
C6H12O6
> 2 C2H3OCOOH
+ Energi
2. Dehidrogenasi asam piravat akan terbentuk asam laktat.
2 C2H3OCOOH + 2 NADH2
> 2 C2H5OCOOH
+ 2 NAD piruvat dehidrogenasa
Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat
:
8 ATP 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2
ATP.
B.Fermentasi Alkohol
Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena
asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2
selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol.
Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan
2 molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu molekul
glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP.
Reaksinya :
1. Gula (C6H12O6)
> asam piruvat (glikolisis)
2. Dekarbeksilasi asam piruvat.
C.Fermentasi Asam Cuka Fermentasi asam cuka merupakan suatu contoh fermentasi yang
berlangsung dalam keadaan aerob. Fermentasi ini dilakukan oleh
bakteri asam cuka (Acetobacter aceti) dengan substrat
etanol.
Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan
oleh fermentasi alkohol secara anaerob.
Reaksi: aerob
C6H12O6
>
2 C2H5OH >
2 CH3COOH + H2O +
116 kal (glukosa)
bakteri
asam cuka
asam cuka