|
Kehamilan
Dan Persalinan
Biologi Kelas 2 >
Sistem Reproduksi > Reproduksi Manusia |
107
|
|
<
Sebelum Sesudah
>
|
Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum
di tuba fallopii, terjadilah zigot, zigot membelah secara mitosis
menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya. Pada saat
32 sel disebut morula, di dalam morula terdapat rongga yang disebut
blastosoel yang berisi cairan yang dikeluokan oleh tuba fallopii,
bentuk ini kemudian disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit
disebut trofoblas merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk
menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau ari-ari (plasenta),
sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot)
merupakan calon janin. Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk
mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus).
Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit sampai di
rongga uterus, hormon progesteron merangsang pertumbuhan uterus,
dindingnya tebal, lunak, banyak mengandung pembuluh darah, serta
mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan
embrio.
Enam hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel pada dinding
uterus (melakukan implantasi) dan melepaskan hormon korionik gonadotropin.
Hormon ini melindungi kehamilan dengan cara menstrimulasi produksi
hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi.
Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis, permukaannya berjonjot
dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan. Embrio telah
kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi.
|
1.
|
Pembuatan
Lapisan Lembaga
Setelah
hari ke-12, tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar
disebut ektoderm, di sebelah dalam endoderm. Endoderm tumbuh
ke dalam blastosoel membentuk bulatan penuh. Dengan demikian
terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk Pula
kantung kuning telur (Yolk Sac) yang membungkus kuning
telur. Pada manusia, kantung ini tidak berguna, maka tidak
berkembang, tetapi kantung ini sangat berguna pada hewan
ovipar (bertelur), karena kantung ini berisi persediaan
makanan bagi embrio.
Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan
mesoderm. Ketiga lapisan tersebut merupakan lapisan lembaga
(Germ Layer). Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk
oleh ketiga lapisan tersebut. Ektoderm akan membentuk epidermis
kulit dan sistem saraf, endoderm membentuk saluran pencernaan
dan kelenjar pencernaan, mesoderm membentuk antara lain
rangka, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi dan
sistem reproduksi.
|
|
2.
|
Membran
(Lapisan Embrio)
Terdapat 4 macam membran embrio, yaitu :
|
a.
|
Kantung
Kuning Telur (Yolk Sac)
Kantung
kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan
makanan bagi hewan ovipar, pada manusia hanya terdapat
sedikit dan tidak berguna. |
|
b.
|
Amnion
Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio
mengapung, gunanya melindungi janin dari tekanan atau
benturan. |
|
c.
|
Alantois
Pada
alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan
sisa metabolisme. Pada mammalia dan manusia, alantois
merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan
tangkai badan, yaitu bagian yang akan berkembang menjadi
tall pusat. |
|
|
Korion
Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari
mesoderm dan trofoblas. Jonjot korion menghilang pada
hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada
tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah
dinding uterus membentuk ari-ari (plasenta). Setelah
semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut
janin/fetus.
|
|
|
3.
|
Plasenta
atau Ari-Ari
Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengn garis
tengah 20 cm, dan tebal 2,5 cm. Ukuran ini dicapai pada
waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28 setelah
fertilisasi, plasenta berukuran kurang dari 1 mm. Plasenta
berperan dalam pertukaran gas, makanan dan zat sisa antara
ibu dan fetus. Pada sistem hubungan plasenta, darah ibu
tidak pernah berhubungan dengan darah janin, meskipun begitu
virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa
jaringan ikat dan masuk ke dalam darah janin.
| Catatan
: |
Makin
tua kandungan, jumlah estrogen di dalam darah makin
banyak, progesteron makin sedikit. Hal ini berhubungan
dengan sifat estrogen yang merangsang uterus untuk berkontraksi,
sedangkan progesteron mencegah kontraksi uterus.
Hormon oksitosin
yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis jugs berperan
dalam merangsang kontraksi uterus menjelang persalinan.
Progesteron dan estrogen juga merangsang pertumbuhan
kelenjar air susu, tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin
yang dihasilkan kelenjar hipoftsislah yang merangsang
produksi air susu. |
|
|
|
|
<
Sebelum Sesudah
> |
|
|
|
|
|
|
| |
|
tips
umptn
katanya
sih sakit gigi lebih sakit dari pada nggak diterima di perguruan
tinggi negeri
selanjutnya
|
| |
|
Download
Macromedia Shockwave
supaya bisa liat Modul Multimedia
|
|