|
Reproduksi
Aseksual / Vegetatif
Biologi Kelas 2 >
Sistem Reproduksi |
95
|
|
<
Sebelum Sesudah
>
|
Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan
sifat yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang
terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam
satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik
yang sama.
Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu :
1.
Fisi
2. Pembentukan spora
3. Pembentukan tunas
4. Fragmentasi
5. Propagasi vegetatif
|
1.
|
Fisi
Fisi
terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu
terbelah menjadi dua bagian yang sama.
Contoh :
- Pada pembelahan sel bakteri.
-
Pada
Plasmodum, reproduksi dengan fisi berganda, yaitu inti sel
membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi
sitoplasma. Proses ini disebut skizogoni, sel yang mengalami
skizogoni disebut skizon.
|
|
2.
|
Pembentukan
spora
Dibentuk
di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila
kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan
tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur,
lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang
juga dihasilkan oleh bakteri.
|
|
3.
|
Pembentukan
tunas
Organisme
tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang
akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya
dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari
induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pembentukan
tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).
|
|
4.
|
Fragmentasi
Kadang-kadang
satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian
setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama
seperti induknya. Peristiwa fragmentasi bergantung pada
kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan
atau organ yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara
lain pada hewan spons (Porifera), cacing pipih, algae berbentuk
benang.
|
|
5.
|
Propagasi
vegetatif
Istilah
propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan
berbiji. Pada proses propagasi bila
bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan
berkembang menjadi satu/lebih tanaman
baru. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan
organ-organ sebagai berikut :
|
a.
|
Stolon
Stolon
adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang
stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing
tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada
rumput teki, rumput gajah dan strawberi. |
|
b.
|
Akar
tinggal atau rizom
Rizom
adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi
untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom
adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan
antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia, bunga
iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe
dan kencur. |
|
c.
|
Tunas
yang tumbuh di sekitar pangkal batang
Tunas
ini membentuk numpun, misalnya: pohon pisang, pohon
pinang dan pohon bambu. |
|
d.
|
Tunas
liar
Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki
bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya
tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor
bebek
(Kalanchoe pinnata)
dan
begonia. |
|
e.
|
Umbi
lapis
Umbi
lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah.
Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas.
Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang. |
|
f.
|
Umbi
batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah,
digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan
makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat
mata tunas - mata tunas yang
akan berkembang menjadi tanaman baru.
Contoh: kentang dan
Caladium. |
|
|
|
|
<
Sebelum Sesudah
> |
|
|
|
|
|
|
| |
|
tips
umptn
katanya
sih sakit gigi lebih sakit dari pada nggak diterima di perguruan
tinggi negeri
selanjutnya
|
| |
|
Download
Macromedia Shockwave
supaya bisa liat Modul Multimedia
|
|