Pada saat suatu proses tidak memiliki cukup bingkai untuk mendukung halaman yang akan digunakan maka akan sering terjadi page fault sehingga harus dilakukan penggantian halaman. Thrashing adalah keadaan dimana proses sibuk untuk mengganti halaman yang dibutuhkan secara terus menerus, seperti ilustrasi di bawah ini.
Pada gambar terlihat CPU utilization meningkat seiring meningkatnya derajat multiprogramming, sampai pada suatu titik CPU utilization menurun drastis, di titik ini thrashing dapat dihentikan dengan menurunkan derajat multiprograming.
Pada saat CPU utilization terlalu rendah, maka sistem operasi akan meningkatkan derajat multiprogramming dengan cara menghasilkan proses-proses baru, dalam keadaan ini algoritma penggantian global akan digunakan. Ketika proses membutuhkan bingkai yang lebih, maka akan terjadi page fault yang menyebabkan CPU utilization semakin menurun. Ketika sistem operasi mendeteksi hal ini, derajat multiprogramming makin ditingkatkan, yang menyebabkan CPU utilization kembali menurun drastis, hal ini yang menyebabkan thrashing.
Untuk membatasi efek thrashing dapat menggunakan algoritma penggantian lokal. Dengan algoritma penggantian lokal, jika terjadi thrashing, proses tersebut dapat menggambil bingkai dari proses lain dan menyebabkan proses tersebut tidak mengalami thrashing. Salah satu cara untuk menghindari thrashing adalah dengan cara menyediakan jumlah bingkai yang pas sesuai dengan kebutuhan proses tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui jumlah bingkai yang diperlukan pada suatu proses adalah dengan strategi working set.